Selasa, 03 November 2015

TEMU INDUSTRI KEKERANGAN JAKARTA

Tujuan utama diadakannya kegiatan ini adalah sebagai wadah pertukaran informasi antar pelaku usaha dengan pemangku kepentingan mengenai pro... thumbnail 1 summary
Tujuan utama diadakannya kegiatan ini adalah sebagai wadah pertukaran informasi antar pelaku usaha dengan pemangku kepentingan mengenai prospek dan permintaan pasar dalam dan luar negeri untuk pengembangan industri kekerangan, terjalinnya bentuk kerjasama bentuk kemitraan usaha antara eksportir dengan pengrajin lokal dalam hal meningkatkan mutu, harga, dan pasar, serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pelaku usaha.              




           Peluang Pemasaran Kulit Kerang
1.   Indonesia merupakan negara kepulauan dengan potensi kekayaan alam laut yang melimpah, di antaranya jenis-jenis kerang yang memeiliki potensi ekonomi yang tinggi karena dagingnya bisa dimanfaatkan untuk dikonsumsi sedangkan kulitnya bisa dijadikan kerajinan.
2.   Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemasaran produk kekerangan adalah: Produk (Product) yang sesuai permintaan konsumen (market oriented), Harga (Price) sesuai kualitas produk yang dihasilkan, Tempat (Place) yang strategis, bisa mendekati area yang banyak potensi bahan bakunya, Promosi (Promotion) diperbanyak dan diperkuat agar semakin memperkuat pasar dalam negeri maupun pasar luar negeri.
3.   Analisa SWOT industri kekerangan
-     Kekuatan (Strenghts) : Bahan baku kerang di Indonesia melimpah dan jenis-jenisnya beraneka ragam, ramah lingkungan karena industri kekerangan memanfaatkan limbah (waste) kulit kerang yang mana daging dari kerang itu sendiri bisa dikonsumsi.
-     Kelemahan (Weakness) : Modal kerja masih kurang, pengembangan desain kerang di Indonesia terkendala teknologi industri kekerangan yang masih kalah bersaing dengan luar negeri.
-     Peluang (Opportunity) : Permintaan produk kerajinan kekerangan cukup besar dari kalangan pecinta kerajinan. Pasar ekspor masih menjadi peluang untuk pemasaran produk kerajinan kekerangan.

-     Ancaman (Threats) : Kompetitor dari luar negeri yang memiliki teknologi yang lebih baik bisa menghasilkan produk dengan kualitas yang lebih baik, biaya yang tinggi akan memberatkan pelaku usaha industri kekerangan, kekurang siapan Indonesia menghadapi pasar bebas akan menjadikan Indonesia menjadi pasar bukan menjadi produsen.




           Desain Produk Kerajinan Limbah Cangkang Kerang


1.   Prospek pengembangan industri kekerangan di Indonesia sangat potensial karena Indonesia merupakan negara maritim dengan luas laut yang luas yaitu sekitar 5.8 juta km2 dan memiliki garis pantai terpanjang kedua dunia sepanjang 81.000 km, jenis-jenis kerang di Indonesia melimpah dan bisa menjadi peluang untuk pariwisata, serta bagus untuk lingkungan karena membantu mengurangi limbah kerang setelah diambil dagingnya.
2.   Langkah-langkah dalam mengembangkan produk baru antara lain: pengembangan ide untuk membuat produk yang baru, mewujudkan ide baru dalam desain produk, membuat prototype dari desain sebelumnya.
3.   Keanekaragaman jenis-jenis kerang di Indonesia memungkinkan untuk dibuat berbagai macam produk kerajinan sesuai dengan permintaan pasar antara lain bisa dibuat menjadi kerajinan lampu hias, pigura, bunga-bungaan, gantungan kunci, tempat tissue, dll.

4.   Dalam membuat  produk kerajinan kerang sangat penting untuk memperhatikan pasar dan keinginan dari konsumen agar produk yang dihasilkan bisa diterima oleh pasar.




           Pengembangan Industri Kerajinan Kulit Kerang


1.   Dalam Kepdirjen P2HP 017/2013 Tentang Pedoman umum Registrasi UPPN disebutkan 17 produk komoditi produk nonkonsumsi dan kerang menjadi salah satu komoditi yang menjadi perhatian Kementerian Kelautan dan Perikanan.
2.   Pengembangan industri kerajinan kekerangan sangat berpeluang untuk dikembangkan di Indonesia karena didukung ketersediaan bahan baku dari kekayaan sumber daya alam Indonesia yang melimpah dan jenis-jenisnya beraneka ragam, keunikan dan seni kerajinan kekerangan bisa menjadi komoditas ekspor, bisa menjadi produk andalan daerah pesisir, potensi nonkonsumsi ekonomis tinggi, terjadi peningkatan ekspor bahan baku kulit kerang, tahun 2009 sebesar 573.334 kg, dan meningkat di tahun 2012 menjadi 1.649.031 kg.
3.   Kondisi industri kerajinan kekerangan yang masih menjadi issue dalam pengembangan industri kerajinan kekerangan  antara lain :
-     Potensi industri kerang yang besar itu masih belum menjadi sasaran utama pemerintah dalam pengembangan industri kerajinan
-     Variasi produk yang dihasilkan juga masih perlu pengembangan yang lebih banyak lagi
-     Informasi pemanfaatan limbah kulit kerang masih minim sehingga di beberapa daerah masih banyak dijumpai limbah kulit kerang yang belum dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan kerang
-     Kurangnya minat dan perhatian masyarakat yang cenderung konsumtif, masyarakat lebih suka membeli produk yang sudah jadi dibandingkan membuat produk kerajinan yang memang memerlukan waktu dalam proses pembuatannya.
-     Metode/teknologi masih tradisional
-     Masih didominasi pelaku usaha kecil karena terkendala modal.

4.   Jenis-jenis kerang yang menjadi bahan baku kerajinan:
-     Kulit kerang Simping : paling umum digunakan, banyak ditemukan di Pantura Jawa, Bali dan Kepulauan Maluku, bahan baku kerajinan lampu gantung, kap lampu, meja eksotis, dan tirai.
-     Kulit Kerang Mutiara : Banyak memanfaatkan kerang putih dan hitam, harga produk tinggi, banyak diekspor ke Australia, Eropa, Amerika, China, dan Jepang.
-     Kulit Kerang Abalone : bertekstur unik dan warna warni, bahan baku untuk perhiasan, aksesoris ruangan dan kancing baju.
-     Kulit Kerang Hijau : harga murah, stok melimpah, banyak digunakan untuk aksesoris , perhiasan, serta pelapis furniture.
-     Kulit Kerang Limpet : ukuran kecil, bentuk sederhana, sebagai bahan baku aksesoris dan perhiasan seperti gelang, kalung, dan anting.
-     Kulit Kerang Gonggong : unik, sebagai bahan baku gantungan kunci, bros, jepit rambut, serrta kreasi bunga kerang.
-     Kulit Kerang Buli Kopi : terkenal untuk permainan congklak, sebagai bahan baku kalung, gelang, tirai, serta gantungan kunci.



         Kesimpulan dan Tindak Lanjut
1.   Potensi Industri kekerangan di Jakarta cukup besar, hal ini didukung oleh sumberdaya alam yang melimpah namun untuk bersaing dengan luar negeri masih kalah dalam hal teknologi. Langkah yang perlu dilakukan adalah dengan lebih banyak melakukan kajian dalam pengembangan teknologi.
2.   Pelaku usaha memerlukan adanya bimbingan dari pemerintah terutama dalam pengembangan metode pembuatan dan distribusi pemasaran, pelatihan, pembinaan serta permodalan untuk mengembangkan usahanya.
3.   Untuk bisa bersaing di pasar global selain siap dalam hal kualitas, teknologi, dan sumberdaya manusia, juga perlu adanya sertifikasi.
4.   Dalam membuat produk kerajinan kekerangan agar bisa diterima oleh pasar perlu memperhatikan keinginan konsumen.

5.   Industri kekerangan lebih banyak memanfaatkan kerang laut bukan kerang tawar karena kerang kerang tawar lebih sulit dan ketebalannya lebih tipis daripada kerang laut.




Semoga bermanfaat
Selamat berkarya
---o0o---

Tidak ada komentar

Posting Komentar