Tujuan utama diadakannya
kegiatan ini adalah sebagai wadah pertukaran informasi antar pelaku usaha
dengan pemangku kepentingan mengenai prospek dan permintaan pasar dalam dan
luar negeri untuk pengembangan industri kekerangan, terjalinnya bentuk
kerjasama bentuk kemitraan usaha antara eksportir dengan pengrajin lokal dalam
hal meningkatkan mutu, harga, dan pasar, serta meningkatkan pendapatan dan
kesejahteraan pelaku usaha.
1. Indonesia merupakan negara kepulauan dengan
potensi kekayaan alam laut yang melimpah, di antaranya jenis-jenis kerang yang
memeiliki potensi ekonomi yang tinggi karena dagingnya bisa dimanfaatkan untuk
dikonsumsi sedangkan kulitnya bisa dijadikan kerajinan.
2. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemasaran
produk kekerangan adalah: Produk (Product) yang sesuai permintaan
konsumen (market oriented), Harga (Price) sesuai kualitas produk
yang dihasilkan, Tempat (Place) yang strategis, bisa mendekati area yang
banyak potensi bahan bakunya, Promosi (Promotion) diperbanyak dan
diperkuat agar semakin memperkuat pasar dalam negeri maupun pasar luar negeri.
3. Analisa SWOT industri kekerangan
- Kekuatan (Strenghts) : Bahan baku kerang
di Indonesia melimpah dan jenis-jenisnya beraneka ragam, ramah lingkungan
karena industri kekerangan memanfaatkan limbah (waste) kulit kerang yang
mana daging dari kerang itu sendiri bisa dikonsumsi.
- Kelemahan (Weakness) : Modal kerja masih
kurang, pengembangan desain kerang di Indonesia terkendala teknologi industri
kekerangan yang masih kalah bersaing dengan luar negeri.
- Peluang (Opportunity) : Permintaan produk
kerajinan kekerangan cukup besar dari kalangan pecinta kerajinan. Pasar ekspor
masih menjadi peluang untuk pemasaran produk kerajinan kekerangan.
- Ancaman (Threats) : Kompetitor dari luar
negeri yang memiliki teknologi yang lebih baik bisa menghasilkan produk dengan
kualitas yang lebih baik, biaya yang tinggi akan memberatkan pelaku usaha
industri kekerangan, kekurang siapan Indonesia menghadapi pasar bebas akan
menjadikan Indonesia menjadi pasar bukan menjadi produsen.
Desain Produk Kerajinan Limbah Cangkang Kerang
1. Prospek pengembangan industri kekerangan di Indonesia
sangat potensial karena Indonesia merupakan negara maritim dengan luas laut yang
luas yaitu sekitar 5.8 juta km2 dan memiliki garis pantai terpanjang
kedua dunia sepanjang 81.000 km, jenis-jenis kerang di Indonesia melimpah dan
bisa menjadi peluang untuk pariwisata, serta bagus untuk lingkungan karena
membantu mengurangi limbah kerang setelah diambil dagingnya.
2. Langkah-langkah dalam mengembangkan produk baru
antara lain: pengembangan ide untuk membuat produk yang baru, mewujudkan ide
baru dalam desain produk, membuat prototype dari desain sebelumnya.
3. Keanekaragaman jenis-jenis kerang di Indonesia
memungkinkan untuk dibuat berbagai macam produk kerajinan sesuai dengan
permintaan pasar antara lain bisa dibuat menjadi kerajinan lampu hias, pigura,
bunga-bungaan, gantungan kunci, tempat tissue, dll.
4. Dalam membuat
produk kerajinan kerang sangat penting untuk memperhatikan pasar dan
keinginan dari konsumen agar produk yang dihasilkan bisa diterima oleh pasar.
Pengembangan Industri Kerajinan Kulit Kerang
1. Dalam Kepdirjen P2HP 017/2013 Tentang Pedoman
umum Registrasi UPPN disebutkan 17 produk komoditi produk nonkonsumsi dan
kerang menjadi salah satu komoditi yang menjadi perhatian Kementerian Kelautan
dan Perikanan.
2. Pengembangan industri kerajinan kekerangan
sangat berpeluang untuk dikembangkan di Indonesia karena didukung ketersediaan
bahan baku dari kekayaan sumber daya alam Indonesia yang melimpah dan
jenis-jenisnya beraneka ragam, keunikan dan seni kerajinan kekerangan bisa
menjadi komoditas ekspor, bisa menjadi produk andalan daerah pesisir, potensi
nonkonsumsi ekonomis tinggi, terjadi peningkatan ekspor bahan baku kulit kerang,
tahun 2009 sebesar 573.334 kg, dan meningkat di tahun 2012 menjadi 1.649.031
kg.
3. Kondisi industri kerajinan kekerangan yang masih
menjadi issue dalam pengembangan industri kerajinan kekerangan antara lain :
- Potensi industri kerang yang besar itu masih
belum menjadi sasaran utama pemerintah dalam pengembangan industri kerajinan
- Variasi produk yang dihasilkan juga masih perlu
pengembangan yang lebih banyak lagi
- Informasi pemanfaatan limbah kulit kerang masih
minim sehingga di beberapa daerah masih banyak dijumpai limbah kulit kerang
yang belum dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan kerang
- Kurangnya minat dan perhatian masyarakat yang
cenderung konsumtif, masyarakat lebih suka membeli produk yang sudah jadi
dibandingkan membuat produk kerajinan yang memang memerlukan waktu dalam proses
pembuatannya.
- Metode/teknologi masih tradisional
- Masih didominasi pelaku usaha kecil karena
terkendala modal.
4. Jenis-jenis kerang yang menjadi bahan baku
kerajinan:
- Kulit kerang Simping : paling umum digunakan,
banyak ditemukan di Pantura Jawa, Bali dan Kepulauan Maluku, bahan baku
kerajinan lampu gantung, kap lampu, meja eksotis, dan tirai.
- Kulit Kerang Mutiara : Banyak memanfaatkan
kerang putih dan hitam, harga produk tinggi, banyak diekspor ke Australia,
Eropa, Amerika, China, dan Jepang.
- Kulit Kerang Abalone : bertekstur unik dan warna
warni, bahan baku untuk perhiasan, aksesoris ruangan dan kancing baju.
- Kulit Kerang Hijau : harga murah, stok melimpah,
banyak digunakan untuk aksesoris , perhiasan, serta pelapis furniture.
- Kulit Kerang Limpet : ukuran kecil, bentuk
sederhana, sebagai bahan baku aksesoris dan perhiasan seperti gelang, kalung,
dan anting.
- Kulit Kerang Gonggong : unik, sebagai bahan baku
gantungan kunci, bros, jepit rambut, serrta kreasi bunga kerang.
- Kulit Kerang Buli Kopi : terkenal untuk
permainan congklak, sebagai bahan baku kalung, gelang, tirai, serta gantungan
kunci.
Kesimpulan dan Tindak Lanjut
1. Potensi Industri kekerangan di Jakarta cukup besar, hal ini didukung oleh sumberdaya
alam yang melimpah namun untuk bersaing dengan luar negeri masih kalah dalam
hal teknologi. Langkah yang perlu dilakukan adalah dengan lebih banyak
melakukan kajian dalam pengembangan teknologi.
2. Pelaku usaha memerlukan adanya bimbingan dari pemerintah terutama dalam
pengembangan metode pembuatan dan distribusi pemasaran, pelatihan, pembinaan
serta permodalan untuk mengembangkan usahanya.
3. Untuk bisa bersaing di pasar global selain siap dalam hal kualitas, teknologi,
dan sumberdaya manusia, juga perlu adanya sertifikasi.
4. Dalam membuat produk kerajinan kekerangan agar
bisa diterima oleh pasar perlu memperhatikan keinginan konsumen.
5. Industri kekerangan lebih banyak memanfaatkan
kerang laut bukan kerang tawar karena kerang kerang tawar lebih sulit dan
ketebalannya lebih tipis daripada kerang laut.
Semoga bermanfaat
Selamat berkarya
---o0o---
Tidak ada komentar
Posting Komentar